De La Hoya & Elegi Remeh-temeh tentang Keberanian
Ini bukan puja-puji tentang Oscar De La Hoya. Ini tentang
fakta bahwa sebenci apapun orang terhadap bagaimana Oscar sekarang menjalankan
bisnisnya sebagai promotor, ia tetaplah petinju yang hebat. Ia dibenci karena
strategi bisnisnya cenderung kotor dan acapkali distempel sebagai pengecut. Ia
bisa berbohong tentang apa saja untuk menjual pertandingan tinju yang ia
promotori, bersama perusahaan Golden Boy Promotions—yang ia dirikan pada 2002. Saul
Canelo Alvarez, petarung Meksiko yang ia promotori, diremehkan kemampuannya oleh
publik karena strategi proteksionis Oscar: ia menjaga Canelo terlalu ketat dari
petinju kuat lainnya karena takut kalah. Sampai detik ini, Oscar masih tak rela
melihat petinjunya kalah. Yang sesungguhnya, ia tak rela kehilangan pabrik
uangnya.
Kalau hingar-bingar kepromotorannya begitu riuh dan berisik
dengan omong kosong, karir tinjunya adalah satu-satunya pengecualian. Ia salah
satu petinju yang dapat membangun sebuah semangat dan gelora bagi audiens untuk
menyaksikannya, termasuk yang penulis alami ketika menonton pertandingannya. Kemampuannya
cadas: ia lincah, powerfull di kedua tangannya—kiri sekaligus kanan, mewarisi
gaya Meksiko sebagai petarung murni yang enggan mundur, dan berani jual-beli
pukulan.
Tapi ada satu alasan yang membuatnya berbeda disbanding semua
petinju yang sudah ada: keberaniannya. Sepanjang 45 pertarungannya, Oscar memang
menenggak enam kekalahan. Di atas kertas, rekornya tak terlalu baik: 45
bertarung, 30 menang KO, dan enam kalah. Namun penting sekali diingat: Oscar
tak pernah menghindari siapapun. Dalam arti harfiah!
Coba diingat. Ini deret lawan yang masuk kategori
top-fighter, juara, dan mantan juara yang pernah ia hadapi:
1.
Julio Cesar Chavez, legenda Meksiko dengan rekor
mengagumkan 96 menang, hanya sekali draw dan sekali kalah. Oscar menghancurkan
idolanya ini hanya dalam empat ronde
2.
Pernell Whitaker, salah satu petinju terbaik
yang pernah ada. Whitaker ketika itu adalah petinju dengan ranking nomor 1
dunia di segala kelas, pound per pound, juara bertahan dan petinju dengan refleks
menghindar terbaik dalam sejarah. Oscar
memenangkan pertarungan dengan angka mutlak
3.
Ia mengalahkan jagoan dan para juara di kelas
welter, yang diakui sebagai yang terhebat saat itu, Ike Quartey, Oba Carr, dan
Hector Camacho
![]() |
| Oscar vs Pacquiao |
4.
Ia menghadapi Fernando Vargas, rival sekaligus
bintang Meksiko yang paling bersinar kala itu, dengan kemenangan KO ronde 11
5.
Oscar menerima tantangan petinju yang diklaim
sebagai “the most avoided fighter”, Felix Trinidad. Oscar menelan kekalahan
angka
6.
Sugar Shane Mosley, jawara kelas welter,
dihadapi oleh Oscar dua kali. Dua pertarungan itu dimenangkan Mosley.
7.
Melawan Arturo Gatti, ksatria tinju legendaris karena
stamina, daya tahan, dan sifat anti-mundur, ditekuk oleh Oscar pada ronde 5.
8.
Melawan juara kelas menengah, Bernard Hopkins,
Oscar dikalahkan secara menyakitkan lewat pukulan ke perut.
9.
Melawan raja tinju kala itu, Floyd Mayweather, Oscar
menjadi petinju satu-satunya sepanjang sejarah karir Mayweather yang mampu
menciptakan kondisi split decision,
meski ia kalah secara controversial
10.
Melawan jagoan Filipina, pemegang rekor dunia
dan sejarah tinju sebagai satu-satunya manusia yang mampu juara di delapan
kelas yang berbeda, Manny Pacquiao. Oscar sekali lagi kalah menyakitkan dan
mundur pada ronde ke delapan, ketika hampir dua matanya tertutup.
Pertandingan ini adalah yang terakhir dalam karirnya dan ia
memutuskan untuk pensiun. Meski tak banyak yang tahu peristiwa off the record
yang terjadi pada camp pelatihan Oscar dalam persiapannya menghadapi Manny.
Kekalahannya sebagian besar adalah karena persiapan ala kadarnya yang dilakukan
Oscar.
Kehidupan pribadinya sempat memburuk. Keranjingan obat-obat
terlarang, gemar pesta, pengidap alkoholik, dan keseluruhannya awet tak kunjung
berhenti. Bahkan sampai pada 2017, ia ditahan karena mengendarai mobil
supermewahnya dalam kondisi teler.
Pada akhirnya memang Oscar menghadapi pertarungan serius
sepanjang hidupnya. Ia melawan demikian banyak juara, merobohkan mereka satu
per satu, menerima pukulan terkeras, dan jatuh kalah. Ia kalah berkali-kali,
dan bangkit berkali-kali. Tetapi, dalam ring pertandingan yang lain, Oscar
masih bertarung sekeras ia dulu semasa bertinju. Kali ini lawannya adalah
dirinya sendiri.
Semoga beruntung, Oscar!


Comments
Post a Comment