Posts

Showing posts from April, 2017

De La Hoya & Elegi Remeh-temeh tentang Keberanian

Image
Ini bukan puja-puji tentang Oscar De La Hoya. Ini tentang fakta bahwa sebenci apapun orang terhadap bagaimana Oscar sekarang menjalankan bisnisnya sebagai promotor, ia tetaplah petinju yang hebat. Ia dibenci karena strategi bisnisnya cenderung kotor dan acapkali distempel sebagai pengecut. Ia bisa berbohong tentang apa saja untuk  menjual pertandingan tinju yang ia promotori, bersama perusahaan Golden Boy Promotions—yang ia dirikan pada 2002. Saul Canelo Alvarez, petarung Meksiko yang ia promotori, diremehkan kemampuannya oleh publik karena strategi proteksionis Oscar: ia menjaga Canelo terlalu ketat dari petinju kuat lainnya karena takut kalah. Sampai detik ini, Oscar masih tak rela melihat petinjunya kalah. Yang sesungguhnya, ia tak rela kehilangan pabrik uangnya. Kalau hingar-bingar kepromotorannya begitu riuh dan berisik dengan omong kosong, karir tinjunya adalah satu-satunya pengecualian. Ia salah satu petinju yang dapat membangun sebuah semangat dan gelora bagi aud...

Pacquiao dan Kemurtadan Politik

Image
Penulis adalah satu dari sekian penikmat tinju yang tak percaya begitu saja atas janji gombal Emmanuel Dapidran “Pacman” Pacquiao yang memutuskan gantung sarung tinju. Keputusannya untuk konsentrasi pada pemilihan senat di Filipina mudah diduga sebagai batu loncat: ia mungkin pergi, tapi pasti kembali.  Dan adegan paling dibenci dari sebuah sinetron heroik adalah bahwa sang pahlawan yang memutuskan pergi dengan hormat, memutuskan kembali. Ini picisan. Dan gombal. Dan kita tahu itu ketika ia kembali ke dalam ring melawan Jessie Vargas--dan memenangkannya dengan mutlak. Lalu ia kembali lagi. Kali ini melawan Jeff Horn--petinju antah berantah Australia. Penulis tak tahu darimana ide gila Arum memasangkan Pacman dengan Horn yang dari perhitungan mana pun tak akan bisa mendongkrak penjualan. Kemampuan Pacman menurun amat jauh, mungkin lantaran merasa sudah mencapai segalanya. Gairah tinjunya tampak menurun jauh dibanding periode emasnya pada 2005-2010. Dua pertandingan terakhi...

Vasyl Lomachenko "the High Tech"

Image
Loma adalah salah satu figure paling disorot. Dalam sejarah hidupnya, ia sudah meraih medali emas olimpiade, juara dunia amatir, pemilik rekor luar biasa dengan 396 pertandingan amatir dengan hanya sekali kalah. Dalam usianya yang tergolong terlambat, ia masuk ke ring professional, dan dalam debutnya yang kedua, ia langsung menantang juara dan veteran, Orlando Salido. Dan ia kalah. Banyak yang menganggap kekalahannya sebagai keputusan buruk dari Juri. Dan ini dibuktikan dengan rangkaian pertandingan berikutnya yang dimenangkan, angka maupun KO, oleh Lomachenko, yang berjuluk the High Tech Loma vs Walters . Pukulannya akurat, solid, dan keras. Kelincahan kakinya ( footwork ) bagus, pergerakan tubuhnya dinamis, dan punya stamina gajah. Sulit dipukul, keterampilan bertahannya sebaik keahliannya menyerang. Sangat metodis dalam membongkar lawannya. Itu sebabnya, banyak orang kesulitan membandingkan kemampuan Loma dengan seluruh petarung yang sudah tercatat dalam sejarah tinju...

Roman Gonzalez vs Sor Rungvisai: Ambruknya Raja P4P

Image
Tak terlalu mengagetkan sebetulnya melihat bahwa raja pound per pound  Roman “Chocolatitto” Gonzalez kalah. Pada pertandingan terakhirnya tahun lampau melawan Carlos Cuadras, tanda-tanda kerentanan tubuh Gonzalez melawan petinju dengan tubuh alami yang lebih besar darinya, sudah amat kelihatan. Baru pertama kalinya Gonzalez kali itu datang ke sesi tanya jawab pasca pertandingan dengan wajah amat lebam, sementara Cuadras, meski kalah, masih tampak bersih dari kerusakan otot wajah. Jadi, saat Rungvisai meengeksploitasi tubuh kecil Gonzalez dengan pukulan langsung ke arah kepala dan rusuk, ditamb ah dengan tiga kali benturan kepala ( headbutt ), penonton segera tahu bahwa fisik Gonzales akan lekas kewalahan. High damage ini yang jadi pertimbangan juri dalam memenangkan Rungvisai, disamping dominasi pukulan kerasnya. Meskipun, faktanya, compubox mencatat perbedaan persentase masuknya pukulan dimana Gonzalez unggul amat jauh dibandingkan Rungvisai—sebuah data sahih yang tet...

Golovkin vs Jacobs: The Day

Image
Gennady Golovkin memenangkan pertarungan ketatnya melawan Daniel Jacobs dengan angka mutlak dari ketiga juri, walaupun perbedaan angka keduanya tak lebar. Jacobs melampaui prediksi banyak pengamat dengan menghentikan rekor 23 kali knockout berturut-turut yang sudah dicatat Golovkin--sebuah rekor mengagumkan di kelas "orang-orang besar" middleweight. Jacobs, yang datang ke atas ring dengan tubuh jauh lebih gempal dari Golovkin, terbukti mampu menyerap pukulan keras jagoan Kazakhstan. Strategi berat badan ini sesungguhnya sudah terbaca sejak sehari sebelum pertandingan dimana Jacobs menolak kewajiban timbang badan oleh IBF dan memilih merelakan sabuk IBF untuk diperebutkan. Beberapa catatan penting dapat diamati di sini. Pertama, kecepatan. Golovkin tertinggal di belakang dan tampak sangat kesulitan mengimbangi kecepatan Jacobs, terutama saat ia mencoba melepaskan pukulan andalan, hook kiri ke arah rusuk. Pukulannya terlalu lamban dan sangat mudah dibaca. Beruntung...

Keith Thurman vs Danny Garcia Review

Image
Keith “The One Time” Thurman memenangkan pertandingan lumayan ketat melawan Danny “The Swift” Garcia, deng an keputusan split decision dari juri. Meski tak sebaik penampilannya sewaktu melawan Shawn Porter tahun lalu, tapi Thurman menunjukkan ia bisa beradaptasi dengan tipikal power puncher Garcia--yang acapkali diremehkan karena gayanya yang kaku dan jauh dari kesan petinju flamboyan.  Enam ronde pertama diisi dengan pukulan satu-dua dan kombinasi yang bersih dari Thurman, dan tekanan masif ronde kedua hampir menganvaskan Garcia, barangkali itu pukulan terbaik di malam tersebut. Garcia memberikan perlawanan dengan aktifitas tekanan yang tidak berkurang. Tetapi, pada enam sisa ronde terakhir, tampak Thurman berupaya mengamankan keunggulan angka dengan lebih banyak body moving , menggunakan gerakan lateral yang menyulitkan Garcia dalam memukul. Pengamat tinju membenci strategi ini dan kerap menyederhanakannya sebagai: lari dari lawan. Meski kalah, satu kredit poin dari Ga...