Vasyl Lomachenko "the High Tech"


Loma adalah salah satu figure paling disorot. Dalam sejarah hidupnya, ia sudah meraih medali emas olimpiade, juara dunia amatir, pemilik rekor luar biasa dengan 396 pertandingan amatir dengan hanya sekali kalah. Dalam usianya yang tergolong terlambat, ia masuk ke ring professional, dan dalam debutnya yang kedua, ia langsung menantang juara dan veteran, Orlando Salido. Dan ia kalah.
Banyak yang menganggap kekalahannya sebagai keputusan buruk dari Juri. Dan ini dibuktikan dengan rangkaian pertandingan berikutnya yang dimenangkan, angka maupun KO, oleh Lomachenko, yang berjuluk the High Tech
Loma vs Walters

. Pukulannya akurat, solid, dan keras. Kelincahan kakinya (footwork) bagus, pergerakan tubuhnya dinamis, dan punya stamina gajah. Sulit dipukul, keterampilan bertahannya sebaik keahliannya menyerang. Sangat metodis dalam membongkar lawannya.
Itu sebabnya, banyak orang kesulitan membandingkan kemampuan Loma dengan seluruh petarung yang sudah tercatat dalam sejarah tinju. Ia demikian komplit. Satu-satunya kelemahannya adalah ia terlambat masuk ring professional. Akibatnya, ia terlambat untuk bisa dijual.
Kemenangannya melawan “The Axe Man” Nicholas Walters adalah salah satu yang fenomenal. Penulis bahkan sama sekali tak menyangka si manusia kampak dapat menyerah secepat itu—mengingatkan kita semua pada aksi menyerah Roberto Duran kala melawan Sugar Ray Leonard dengan menyatakan “no mas”, no more, tidak lagi. Penulis mengira bahwa Walters, yang membuat petinju sekaliber Nonito Donaire terjatuh berkali-kali hingga menyerah, akan memberi penonton adegan pertandingan yang ketat. Kenyataannya, seolah-olah dalam ring malam itu sedang terjadi boxing clinic antara sang tutor, Loma, dan muridnya, Walters.
Semua pukulan panjang, tajam, sekaligus cepat khas Walters dapat diredam seluruhnya. Gaya kidal Loma menciptakan sudut pukul yang sukar dilihat dan membuat situasi frustrasi bagi Walters. Kaki Loma jauh lebih cepat dibanding Walters, sehingga amat sulit untuk mendesaknya ke ujung ring. Sementara gaya dan pukulan Walters dapat dibaca, semua yang datang dari Loma amat sulit ditebak.
Kemenangan ini pula yang mengangkat pamor Loma hingga ia dinominasikan sebagai fighter of the year 2016 oleh Majalah Ring.
Minggu lalu, sekali lagi si pirang Ukraina ini menggaransi penonton atas partai tarung yang menarik. Ia menyelesaikan seorang Jason Sosa, peringkat 10 versi majalah Ring untuk kategori kelas ringan junior. Sosa agresif dan tahan pukul. Ia pernah mendapat draw pada pertandingan berdarahnya melawan Walters. Seperti spons, ia menyerap pukulan Walters. Tapi tidak dengan Loma.
Loma vs Sosa
Pelatih Sosa melempar handuk putih pada ronde 9, karena mata kiri Sosa nyaris tertutup seluruhnya. Kondisi ini berisiko besar karena akumulasi beberapa pukulan lagi dapat merusak jaringan mata beserta ototnya. Ini epilog yang baik untuk masa depannya: menjumpai raksasa lain di kelas yang berbeda.


Comments

Popular posts from this blog

De La Hoya & Elegi Remeh-temeh tentang Keberanian

Rekor Amatir dan Bagaimana Ia Berbicara

Tentang “The Garden” dan Prestise