Tentang “The Garden” dan Prestise
Madison Square Garden bukan tanpa sebab hingga dianugerahi gelar
sebagai “The Mecca of Boxing” atau kiblat dari tinju dunia. Sejak lama, The
Garden—demikian khalayak tinju menyingkat namanya—dikenal karena senantiasa menyajikan
partai tinju di level atas.
Ketika Miguel Cotto berdebat dengan Sergio “Maravilla”
Martinez pada pada siaran HBO Face Off menjelang pertarungan mereka 7 Juni
tahun 2014, Cotto yang tanpa sabuk gelar juara, “memaksa” sang juara Martinez
untuk mengalah. Cotto meminta Martinez keluar menuju ring lebih dulu—sebuah
tradisi yang tidak biasa bagi juara untuk keluar dari kamar ganti menuju ring
lebih dulu. Alasan Cotto: “Aku lebih banyak bertarung di the Garden ketimbang
kau. Itu sebabnya aku harus berada pada A-side”.
Poin pentingnya: bertarung di the Garden adalah prestise
tersendiri. Siapapun yang pernah menjejakkan kaki di sana akan merasa dirinya
paling sahih sebgai petinju kelas atas, seolah-olah telah “dibai’at”. Di sana
bahkan bukan hanya seberapa besar privilege yang bisa diakumulasi oleh seorang
petinju, melainkan juga berapa jumlah uang yang berputar.
Dan, The Garden adalah kiblat dari segala euphoria itu:
tinju, uang, dan keringat.

Comments
Post a Comment