Golovkin vs Jacobs: The Day


Gennady Golovkin memenangkan pertarungan ketatnya melawan Daniel Jacobs dengan angka mutlak dari ketiga juri, walaupun perbedaan angka keduanya tak lebar. Jacobs melampaui prediksi banyak pengamat dengan
menghentikan rekor 23 kali knockout berturut-turut yang sudah dicatat Golovkin--sebuah rekor mengagumkan di kelas "orang-orang besar" middleweight.
Jacobs, yang datang ke atas ring dengan tubuh jauh lebih gempal dari Golovkin, terbukti mampu menyerap pukulan keras jagoan Kazakhstan. Strategi berat badan ini sesungguhnya sudah terbaca sejak sehari sebelum pertandingan dimana Jacobs menolak kewajiban timbang badan oleh IBF dan memilih merelakan sabuk IBF untuk diperebutkan.
Beberapa catatan penting dapat diamati di sini.
Pertama, kecepatan. Golovkin tertinggal di belakang dan tampak sangat kesulitan mengimbangi kecepatan Jacobs, terutama saat ia mencoba melepaskan pukulan andalan, hook kiri ke arah rusuk. Pukulannya terlalu lamban dan sangat mudah dibaca. Beruntung, jab dan pukulan lurus Golovkin menolongnya. memanfaatkan daya jangkau dan kekuatan lengan atasnya yang di atas rata-rata. 
Entah kenapa Jacobs juga mengalami kesulitan untuk menghindari jab, hingga di akhir ronde kita melihat dua mata Jacobs tampak amat lebam. Pukulan lurus ini sebetulnya menolong Golovkin dalam banyak kasus, termasuk pertarungannya melawan David Lemieux—sebuah agresifitas yang ledakannya diredam oleh jab, jab, dan jab dari Golovkin.
Kedua, ring generalship. Penguasaan ring terlihat berimbang. Paruh kedua pertandingan, Golovkin mulai menghentikan strategi cut off ring, ia tak lagi memotong pergerakan lawan dan mendesaknya ke ujung ring. Hal ini dilakukan karena tampaknya Golovkin sadar ia tak bisa menang KO, sehingga ia perlu menghemat tenaga untuk lawannya yang lebih muda pada 12 ronde penuh. Perhitungan ini tak keliru karena pukulan keras Golovkin yang menjatuhkan Jacobs, ternyata tak terlalu punya high damage. Jacobs mampu bangkit, dan dengan cepat mengembalikan energy dan kekuatan kakinya. Tim Golovkin sudah menghitung ini sebagai faktor penting dalam strategi.

Ketiga, power. Dalam hal dimana Golovkin hampir pasti diunggulkan karena rekam jejak knockoutnya, tak terlalu mencolok sesungguhnya perbedaan kekuatan keduanya. Pukulan Jacobs juga cukup keras. 
Perbedaan keduanya ada pada dagu. Golovkin punya granites chin yang mampu menyerap segala pukulan. Ia berpengalaman menghadapi petinju dengan tipikal puncher semacam Curtis Stevens dan David Lemieux (dua minggu lalu keduanya baru bertemu dan Lemieux menghentikan Stevens dengan one-single punch KO!). 
Jadi, quo vadis Golovkin? Jika ia bertemu dengan Si rambut merah Saul Alvarez dengan membawa semua performanya di malam ia bertemu Jacobs, penulis kira Alvarez akan mengalahkannya. Ini prediksi yang dibenci banyak orang, yang mayoritas Golovkin lovers :).

Comments

Popular posts from this blog

De La Hoya & Elegi Remeh-temeh tentang Keberanian

Rekor Amatir dan Bagaimana Ia Berbicara

Tentang “The Garden” dan Prestise